Kenal Lebih Dekat dengan Masjid Namira nan Megah

Kenal Lebih Dekat dengan Masjid Namira nan Megah

Indonesia memiliki banyak masjid unik salah satunya masjid Namira yang berada di Lamongan, Jawa Timur. Masjid ini dibangun dengan gaya arsitektur minimalis namun suasananya difokuskan agar jamaah merasakan seperti di Masjidil Haram, Mekkah.

Pemilik Masjid Namira

Pemilik Masjid Namira ialah seorang pengusaha emas yang berasal dari Lamongan namanya Helmy Riza bersama istrinya bernama Eny Yuli Arifah. Masjid ini dibuka untuk umum pertama kali pada awal bulan Juni tahun 2013 dengan lokasi yang tidak terlalu besar, berdiri di atas lahan sebesar 0,9 hektar dengan luas bangunannya hingga 1.100 meter. Masjid seluas ini saat ini bisa menampung sebanyak 500 jamaah.

Masjid ini perlu diketahui bukan milik pemerintah namun milik pengusaha emas tersebut, sehingga masjid ini bisa disebut masjid swasta. Sehingga seluruh biaya pembangunan masjid ditanggung oleh pendirinya.

Gambar Masjid Namira

Seiring berjalannya waktu, dengan semakin ramai jamaah yang datang ke masjid bahkan tidak mendapat area parkir. Hal inilah menjadi faktor masjid unik di Lamongan ini dan selesai renovasi pada awal bulan Oktober 2016.

Berikut adalah gambar masjid Namira yang megah:

gambar masjid namira lamongan

Setelah direnovasi maka luas masjid menjadi bertambah yaitu sekitar 2.750 meter. Begitu juga dengan luas lahan untuk bangunannya sudah lebih besar yaitu hingga 2,7 hektar dengan jumlah yang bisa ditampung hingga 2500 jamaah. Setelah direnovasi barulah masjid ini dikenal lebih banyak orang dibandingkan sebelumnya.

Sejarah Masjid Namira

Mengenai Sejarah Masjid Namira pembangunannya sudah disebutkan di atas, sedangkan nama masjid diambil dari sebuah masjid yang ditemukan di Padang Arafah Arab Saudi. Puasa pertama di lokasi pembangunan masjid yang  baru ini ialah puasa Ramadhan tahun 2017. Dana yang dihabiskan untuk masjid ini setiap bulannya berkisar sampai Rp 500 ribu sedangkan jika dihitung perbulan maka bisa mencapai sampai Rp 200 juta. Sebagian besar dana yang dihabiskan ialah untuk biaya penggunaan listrik.

Masjid ini bukan saja indah dari gaya arsitekturnya, ustaz yang menjadi imam shalat berjamaah di masjid ini juga para hafidz dimana bacaaan Al-Qurannya  seperti imam di Arab Saudi. Tujuan masjid ini dibuat hampir mirip dengan yang ada di Arab Saudi agar masyarakat yang belum pernah datang ke Arab Saudi bisa merasakan nuansanya di masjid ini.

Gaya arsitektur minimalisnya bertujuan agar semua orang bisa berkunjung ke masjid ini tanpa ada rasa perbedaan tingkat, derajat ataupun kekayaan, maka semua jamaah dapat merasakan hal yang sama.

Kiswah Masjid Namira Lamongan

Kiswah Masjid Namira Lamongan

Kiswah masjid Namora Lamongan didesain dengan ukuran kecil, diletakkan di sekitar ruang dalam masjid. Kiswah ini menjadi salah satu daya tarik masyarakat untuk datang berkunjung ke masjid ini. Selain itu, masyarakat setempat juga dapat mencium arom yang berciri khas Tanah Suci Mekkah sehingga saat berkunjung ke Masjid ini akan meningkatkan rasa rindu ke Baitullah.

Kiswah masjid yang berukuran besar langsung didatangkan dari Masjidil Haram, pelindungnya terbuat dari kaca dan hingga kini berdiri kokoh. Sedangkan kiswah yang berukuran kecil dipajang mengelilingi bagian dalam masjid.

Penambahan ornamen kiswah ini menjadikan masjid namira ini seperti bernuansa di masjidil haram. Kiswah masjidil haram terbuat dari kain sutra murni dan benang yang bersepuh emas. Menurut data harga kiswah di masjidil haram mencapai 22 juta riyal Saudi, atau setara dengan Rp 76 miliar. Harga yang cukup mahal jika dibandingkan dengan harga kubah masjid.

Fasilitas lainnya yang ada di masjid ini disediakan sebuah kulkas yang bisa ditemukan di bagian dipajangnya kiswah kakbah. Tujuan dan fungsi disediakan kulkas ini ialah sebagai alaT penyimpan air dingin sehingga jamaah bisa mengambil air secara gratis. Selain itu, juga tersedia minuman yang tidak dingin dalam kardus untuk pengunjung yang tidak ingin minum minuman dingin. 

Hingga saat ini masjid ini selalu ramai dikunjungi pengunjung, tak terkecuali ketika bulan Ramadhan banyak pengunjung datang untuk ngabuburit di masjid ini. Pihak pengurus masjid akan menyediakan kepada pengunjung masjid saat bulan puasa. Shalat Tarawih di masjid ini dilakukan sebanyak 2 kali  yang diimami langsung oleh Imam Timur Tengah. Masjid ini bahkan juga dimanfaatkan sebagai tempat berlansungnya akad nikah, kegiatan pengajian dan hal yang lainnya.

Sebenarnya masjid ini tak jauh beda dengan  masjid lain yang ada di Indonesia, namun perbedaanya terletak pada nuansa masjidil Haram dan ada pajangan kiswah di dalam ruangan masjid. Begitu juga bagian  interior masjid serta ruang wudhu yang dibuat seperti yang ada di Arab Saudi.

bagian dalam masjid namira

Bagian dalam ruangan masjid sangat unik dan mewah, banyak spot unik dan menarik untuk berfoto. Bahkan kiswah kakbah asli langsung didatangkan  dari Masjidil Haram dilindungi dengan kaca yang tebal yang dipasang di bagian dinding mihrab imam. Kiswah kecil dipajang di bagian kiri dan bagian kanan ruagan masjid.

Selain disediakan air minum gratis, juga disediakan mukena untuk para jamaah wanita dan sarung untuk jamaah laki-laki yang bisa dipinjam secara gratis oleh pengunjung yang ingin  melaksanakan shalat.

Ruang penyimpanan mukena berada di bagian samping masjid bersebelahan dengan kantor takmir. Bagi jamaah yang ingin menitipkan barang juga bisa dititipkan di loket di ruang ini. Bahkan untuk petugas masjid tersedia mesin absensi  secara elektronik dengan sidik jari.

Pengunjung masjid ini mulai dari kaum anak-anak, remaja hingga orang dewasa, mulai dari masyarakat lokal hingga masyarakat luar daerah tersebut. Sangat banyak pengunjung terutama ketika akhir pekan seperti hari Sabtu dan Minggu, pengunjung muda bahkan bisa sampai 2 ribu orang.

Masjid ini juga menerima pengunjung yang ingin melakukan kajian tentang bangunan ini atau mengkaji tentang pengelolaan dan studi banding. Tempat untuk melakukan seperti ini termasuk pengajian  berada di sebelah  pos keamanan.

Masjid ini menggelar program kreatif yaitu anak muda yang rajin datang ke masjid untuk shalat berjamaah dan berhasil mengumpulkan sebanyak 90 poin selama satu bulan akan diberi hadiah beasiswa sebesar Rp 100 ribu.  Selain itu, anak muda yang memiliki poin terbanyak per bulannya maka beasiswa akan ditambah sebesar Rp 100 ribu.

Alamat Masjid Namira

Alamat Masjid Namira

Alamat Masjid Namira sangat mudah dicari, yaitu di Jalan Raya Mantup. Adapun daerah tersebut termasuk wilayah Desa Jotosantur di Kecamatan Tikung. Ketika Anda ke Lamongan, Jawa Timur Anda bisa mampir ke objek wisata religi ini.

Kondisi masjid seluas 2,7 hektar ini asri dan bersih, area parkirnya juga luas dengan bangunan yang megah membuat banyak jamaah yang datang ke Masjid ini. Tentu saja tak lupa para pengunjung ikut mengabadikan gambar mereka di masjid ini.

Bagian dalam masjid disediakan karpet yang empuk seperti yang bisa ditemukan di Raudhah Madinah. Ketika sudah masuk waktu shalat dan mendirikan shalat maka pengunjung akan merasakan hawa sejuk sehingga lebih khusyuk.

Masjid ini bahkan menyediakan kursi roda untuk jamaah yang tidak bisa shalat dengan berdiri. Masjid ini pun dimanfaatkan sebagai spot foto oleh pengunjung. Arsitektur masjid dibuat dengan gaya Masjidil Haram, bahkan tata letak tempat wudhunya juga dibuat mengikuti yang ada di Masjidil Haram.

Nah, inilah penjelasan lengkap tentang masjid Namira versi Anugerah Kubah yang perlu diketahui sebelum berkunjung ke masjid ini. Masjid ini juga menyediakan program kegiatan Aku Cinta Majid dan Warung Subuh Gratis, selamat berkunjung.

Tinggalkan komentar