Sejarah dan Peninggalan Kerajaan Perlak

Sejarah dan Peninggalan Kerajaan Perlak

Nama Perlak berawal dari sebuah wilayah di Aceh yang memiliki banyak kayu atau Peureulak dalam bahasa setempat. Jadilah Kerajaan Islam ini dinamakan Kerajaan Perlak. Perlak adalah Kerajaan Islam pertama yang ada di Indonesia. Menurut sejarah, tercatat masa berdirinya Kerajaan Perlak yakni pada tahun 840M – 1292M, itu berarti Perlak berhasil eksis dalam kurun waktu 5 abad. Sebuah pencapaian yang luar biasa melihat situasi pada masa itu. Fakta ini mematahkan pemahaman bahwa Kerajaan Samudra Pasai sebagai kerajaan Islam tertua, Kerajaan Pasai berdiri pada tahun 1267M – 1521M. Secara geografis Kerajaan Perlak berada di wilayah Aceh Timur. Peninggalan-peninggalan kerajaan menjadi bukti nyata eksistensinya dahulu kala.

Sejarah Singkat Berdirinya Kerajaan Perlak

Sejarah Singkat Berdirinya Kerajaan Perlak

Kerajaan Perlak memiliki bahan dasar kayu berkualitas bagus untuk membuat kapal, yaitu kayu perlak. Peninggalan Kerajaan Perlak cukup banyak ditemukan pada bukit-bukit di sekitar wilayah Aceh Timur. Peninggalan yang berhasil ditemukan adalah stempel kerajaan, mata uang, serta makam Raja Benoa.

Pada masanya banyak negara-negara besar datang untuk melakukan transaksi perdagangan. Bahkan berdasarkan catatan Marcopolo pada tahun 1292 sempat datang ke Kerajaan Perlak, dirinya menyebut dengan nama negeri Ferlec.

Sebenarnya sebelum menjadi Kerajaan Perlak yang besar dan beragam Islam, kerajaan ini hanya berukuran kecil yang kental dengan pengaruh Hindu-Budha. Gelar bagi raja di Kerajaan Perlak adalah Meurah atau Maharaja. Kejayaan Perlak mulai terlihat dibawah kepemimpinan Pangeran Salman yang keturunan Kisra Persia. Melalui pernikahan putri sang pangeran dengan Muhammad Ja’far Shiddiq yang merupakan pendakwah dari Arab. Keturunan keduanya-lah yang menjadi pendiri Kerajaan Islam pertama.

Melalui kitab Idharul Haqq yang ditulis oleh Abu Ishaq Makarani Al Fasy, dijelaskan pada tahun 790M, khalifah Abbasiyah memimpin seratus pendakwah untuk merapat ke Kerajaan Perlak. Kapal mereka pertama kali berlabuh di Bandar Perlak melalui Teluk Kambay, Gujarat.

Didalam rombongan tersebut ada seorang pendakwah dengan aliran muslim Syiah, bernama Ali ibn Muhammad Ja’far Shiddiq. Namanya tercatat sebagai pemberontak yang melarikan diri dari khalifah al-Makmun. Karena upaya memberontaknya gagal, maka sebagai hukuman dirinya diusir keluar Arab.

Namun setelah beberapa lama melakukan kegiatan dakwah di Bandar Perlak, Ali ibn Muhammad Ja’far Shiddiq menikahi putri dari Kerajaan Perlak. Dari pernikahan tersebut lahirlah tokoh pendiri Kerajaan Islam, Syed Maulana Abdul Azz Syah. Oleh Syed kerajaan yang tadinya bercorak Hindu-Budha dirubah menjadi Kerajaan Islam. Gelar yang disematkan adalah Sultan Alaiddin Syed Maulana Abdul Azz Syah.

Pergantian Kekuasaan dan Perang Saudara Kerajaan Perlak

Pergantian Kekuasaan dan Perang Saudara Kerajaan Perlak

Sultan Alaiddin Syed Maulana Abdul Azz Syah pada 1 Muharram 225 H atau 840 M, merubah sebutan Ibu Kota Perlak yang awalnya adalah Bandar Perlak menjada Bandar Khalifah. Setelah Sultan terdahulu dengan sang istri wafat. Pecahlah perang saudara, perang terjadi antara kaum Syiah dan Sunni. Perang pecah antara tahun 913M, semua berawal dari masuknya pengaruh Sunni. Sebab Sultan ke-3, Alaiddin Syed Maulana Abbas Shah mempercayai aliran Sunni. Gejolak terjadi karena kaum Syiah tidak satu cara pandang dengan aliran Sunni.

Perang saudara ini berlangsung selama dua tahun tanpa adanya Sultan dalam tubuh pemerintahan. Pada tahun 915M, kaum Syiah berhasil memenangkan perang saudara. Sayangnya perang saudara terus berlangsung dari waktu ke waktu. Pada perang saudara berikutnya golongan Sunni berhasil merebut tahta kerajaan. Hingga akhirnya kerajaan terus dpimpin dari golongan Sunni.

Kemenangan perang saudara oleh kaum Syiah ditandai dengan naiknya Alaiddin Syed Maulana Ali Mughat Shah dilantik menjadi Sultan. Sultan Maulana Shah meninggal saat Sriwijaya melakukan penyerangan pada Kerajaan Perlak. Uniknya seluruh Kerajaan Perlak bersatu berjuang mengusir Sriwijaya hingga tahun 1006. Penyerangan tersebut dipimpin langsung oleh Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ibrahim Shah Johan

Untuk melindungi Kerajaan Perlak dari serangan musuh, maka Perlak menjalin hubungan politik. Kerja sama tersebut dibuktikan dengan pernikaha kedua putri Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad Amin Shah II Johan. Putri Ratna Kamala menikah dengan Sultan Muhamad Shah, Raja dari Kerajaan Malaka. Sementara saudarinya, putri Ganggang menikaj dengan Al Malik Al-Shaleh, Raja dari Kerajaan Samudra Pasai.

Setelah sultan Malik Abdul Aziz Johan wafat, Maka Kerajaan Samudera Pasai mengambil Kerajaan Perlak menjadi satu bagian dengannya. Dengan demikian berakhir sudah cerita tentang Kerajaan Perlak. Pada Kerajaan Perlak terbagi atas dua dinasti, yaitu dinasti Syed Maulanan Abdul Azis Shah dan dinasti Johan Berdaulat sebagai keturunan Syahir Nuwi.

Peninggalan Kerajaan Perlak

Kerajaan Perlak yang telah runtuh, adalah mantan sebuah kerajaan besar yang ada di nusantara. Keruntuhan kerajaan ini memiliki sisa harta yang bisa dipamerkan ke khalayak umum untuk sistem edukasi.

  • Stempel Kerajaan
Peninggalan Kerajaan Perlak

Stempel kKerajaan memiliki tulisan huruf-huruf Arab. Tulisan tersebut jika dibaca berbunyi Al Wasiq Billah Kerajaan Negeri Bendahara Sanah 512. Hal tersebut bukti bila Kerajaan Negara Bendahara setelahnya menjadi bagian resmi Kerajaan Perlak.

  • Uang Perak
Peninggalan Kerajaan Perlak

Dirham adalah mata uang emas, Perak mata uang yang bisa digantikan dengan Kupang, serta mata uang yang terbuat dari tembaga. Oleh beberapa ahli, diyakini bahwa mata uang Kerajaan Perlak adalah yang tertua di Nusantara.

Saat ditemukan mata uang dirham memiliki tulisan A A’LA adalah inisial Putri Nurul A’la, perdana mentri Kerajaan Perlak dan tulisan Sultan pada sisi lainnya. Sementara pada mata uang perak atau kupang, tertulis Dhuribat Mursyidam dan pada sisi lainnya bertuliskan Syah Alam Barinsyah. Pada mata uang tembaga, terdapat tulisan yang diduga adalah huruf-huruf arab, sayangnya pada saat ditemukan kondisi koin kurang baik. Sehingga tulisan pada koin tidak dapat dibaca.

  • Catatan atau Buku Berbahasa Melayu

Normalnya Kerajaan selalu ditemukan literatur, naskah, kitab yang menjelaskan nilai-nilai falsafah kerajaan. Demikian hal dengan Kerajaan Perlak, telah ditemukan sejumlah kitab yang ditulis oleh nama-nama terkenal dan disegani pada masa itu. Seperti Idharatul Haq fi Mamlakatil Ferlah wal Fasi, yang merupakan karangan buku  karya Abu Ishak Makarani Al Fasy. Kitab Tazkirah Thabakat Jumu Sultan As Salathin, yang dengan sempurna dikarang oleh Syekh Syamsul Bahri Abdullah As Asyi. Jumu Sultan As Salathin, ditulis langsung Syekh Syamsul Bahri Abdullah As Asyi. Ada kesamaan informasi pada seluruh kitab tersebut, Kerajaan Perlak adalah Kerajaan Islam pertama di Indonesia. Sayangnya keterangan waktu dan tempat pada masing-masing kitab tersebut.

  • Makam Raja Benoa
Makam Raja Benoa

Makam ini ditemukan di tepi sungai Trenggulon, Aceh. Dr. Hassan Ambari, seorang peneliti, menemukan batu nisan huruf-huruf Arab yang diyakini sebagai nisan Raja Benoa. Menurut perkiraan waktunya, makam tersebut adalah makam kuno yang dibuat pada tahun 11M.

Selamat anda berhasil melewati tahap ini! Sebesar atau sekuat apapun sebuah Kerajaan Perlak, di karenakan tidak mampu menerima perbedaan serta keputusan. Membuat perang saudara terjadi, yang tersisa dari sebuah peperangan hanyalah kehancuran. Generasi muda dapat belajar pentingnya menghargai dan menghormati perbedaan.

Tinggalkan komentar