8 Penyakit Ayam Bangkok dan Cara Mengatasinya

8 Penyakit Ayam Bangkok dan Cara Mengatasinya

Penyakit Ayam Bangkok bisa muncul kapan saja, entah karena faktor cuaca ataupun saat kondisi daya tahan tubuh ayam sedang turun. Tidak hanya itu, faktor kelalaian pemilik juga dapat menimbulkan penyakit.

Memang penyakit pada ayam dapat diatasi dengan mudah, apabila pemilik dapat mendeteksi tanda-tanda ayam yang terkena penyakit. Kelalaian ini termasuk kandang yang tidak dibersihkan secara maksimal, dan sesuai prosedur.

Jenis Penyakit Ayam Bangkok Dan Cara Mengatasinya

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah ayam dengan usia di atas 2 bulan, lebih rawan terserang penyakit, apabila  dibandingkan dengan ayam dewasa. Tetapi, pemilik ayam dewasa juga bukan berarti bebas dari ancaman penyakit pada ayam Bangkok mereka. Berikut adalah beberapa penyakit yang sudah saya rangkum dari ayamjoper.id.

1. Ngorok

penyakit ayam bangkok ngorok

Ngorok disini sama dengan penyakit Chronic Respiratory Disease. Beberapa ilmuwan menyebutnya Air Sac atau Mikoplasmosis. Penyakit ini disebabkan bakteri Microplasma Galisepticum. Ayam yang rentan terkena penyakit ini adalah ayam dengan usia satu hingga dua bulan.

Proses penularan dapat terjadi karena kontak langsung dengan ayam sakit. Namun, patut diwaspadai makanan, minuman dan telur yang sudah terinfeksi.  Ngorok dapat diobati dengan Baytrit, dan Mycomas atau dapat juga  Bacytracyn.

2. Pilek

penyakit ayam bangkok pilek

Pilek pun termasuk penyakit ayam Bangkok. Istilahnya adalah Coryza. Penyebab utamanya adalah bakteri bernama Haemophillus Gallinarum.  Penyakit ini rawan menyerang semua usia ayam. Seperti pada manusia, pilek pada ayam Bangkok juga terjadi saat masa transisi atau perubahan musim. Untuk mengatasinya, perhatikan kebersihan kandang ayam.

Hindari kandang lembab atau basah. Paparkan kandang dengan sinar matahari. Karena penularannya sangat mudah, maka pencegahan harus lebih diutamakan ketimbang pengobatan. Namun, saat ayam Bangkok sudah menderita pilek, obati dengan Sulfadimethoxine atau Sulfonamida dicampur Tetrasiklin.  Pemulihan lebih cepat dapat dilakukan dengan disuntik.

3. Tetelo

penyakit ayam tetelo

Penyakit ayam Bangkok yang satu ini cukup parah.  Penyakit ini sama dengan sampar  yaitu penyakit paling kronis.  Virus yang menyerang ayam ini disebut paramyxo. Penyakit ini cukup mematikan. Ciri-ciri utamanya adalah lesu , berkurangnya nafsu makan dan produksi telur, batuk atau gangguan pernapasan lainnya,  bahkan kejang.

Dari kotoran pun sudah dapat terdeteksi, dimana kotoran berwarna hijau. Vaksinasi adalah pengobatan terbaik, jika belum parah. Namun, jika sudah parah, maka ayam harus dimusnahkan.

4. Gumboro

penyakit ayam gumboro

Gumoro merupakan virus yang menginfeksi pakan atau air minum. Virus ini cukup berbahaya untuk imunitas ayam. Namun, virus ini tidak langsung mematikan. Ayam dengan daya tahan tubuh bagus masih dapat bertahan hidup sampai 3 bulan. Cara mengatasinya adalah dengan vaksinasi vitamin untuk ayam.

5. Berak Darah / Koksidiosis

penyakit koksidiosis berak darah ayam

Penyakit ayam Bangkok yang satu ini jarang terjadi jika makanan ayam cukup berkualitas.  Namun, kondisi ayam juga mempengaruhi. Ayam dengan jenis protozoa bagus memiliki sedikit kemungkinan terjangkit.  Berak darah ini dapat diatasi dengan sulfaquinoksalin atau noxal.

6. Cacingan

penyakit ayam cacingan

Cacingan tidak berbahaya. Namun  jika dibiarkan juga cukup mengganggu pertumbuhan ayam. Cacing pita adalah cacing yang paling sering menyerang ayam. Cacing ini menyerang ayam dengan berbagai usia. Waspadai musim hujan, saat cacing berkembang biak.

Obat cacing untuk ayam dapat mengatasi masalah ini. Preparat piperazine atau pipedon-x liquid dapat diberikan kepada ayam sesegera mungkin. Hal ini karena cacingan dapat menular kepada ayam Bangkok lainnya.

7. Berak kapur

penyakit berak kapur ayam

Waspadai penyakit ini terutama pada anak ayam. Penyakit ini disebabkan bakteri salmonella pullorum. Segera lakukan vaksinasi dengan menggunakan antibiotik furazolidone. Pasalnya, bakteri ini cukup lama bertahan di tanah, hingga 12 bulan.

Namun, penyakit ini bukan tidak mungkin menyerang ayam dewasa. Terkadang, ayam dewasa dapat tertular apabila kandang tidak terpisah dengan anak ayam yang terkena penyakit berak kapur. Namun, jika banyak yang sudah tertular, maka ayam harus dibakar.

8. Infectious Laryngotracheitis

penyakit Infectious Laryngotracheitis

Penyakit ini sama dengan penyakit herpes dan bukan hanya penyakit ayam Bangkok karena dapat menyerang semua jenis unggas. Sayangnya penyakit ini masih belum dapat ditemukan obatnya. Ayam yang terserang pun harus segera dimusnahkan karena memang penularannya sangat cepat dan sangat mematikan.

Penyakit ayam Bangkok yang tersebut diatas sebenarnya dapat diatasi dengan cepat, apabila pemilik ayam terus melakukan pemeriksaan secara berkala.

Tinggalkan komentar