Contoh Teks Story Telling Singkat Bahasa Indonesia

Contoh Teks Story Telling Singkat Bahasa Indonesia

Story Telling singkat merupakan salah satu metode menyampaikan pesan (cerita) yang dilakukan dengan berbagai cara di antaranya berkata-kata, gambar, foto atau juga bisa dengan cara suara. Story Telling biasanya digunakan untuk memberikan pembelajaran kepada anak-anak. Hal ini lebih menarik bagi kalangan anak-anak karena anak-anak lebih suka dengan gaya menceritakan.

Story Telling Singkat memang suatu metode pembelajaran yang menarik perhatian bagi kaum anak-anak, karena dengan cara strory telling lebih mudah untuk diingat. Kemampuan daya tangkap ingatan anak-anak termasuk tajam, tapi bagi kaum anak-anak juga sangat penting kiranya harus menggunakan alat peraga.

Di mana alat peraga ini juga berfungsi untuk menambah daya ingat anak. Sehingga story telling yang benar, selain menceritakan sebuah kisah, sebagai pengajar juga harus memberikan tekanan terhadap gaya bercerita, baik dengan alat peraga visual yang dibawa oleh guru, atau dengan penekanan intonasi saat bercerita.

Selain dengan penekanan intonasi dan alat peraga, karena story telling lebih didominasi oleh kaum anak-anak peminatnya, Anda pun harus memperhatikan konten atau pesan yang ingin disampaikan. Hal ini mempengaruhi jenis pengambilan tema, yaitu bisa jadi tentang binatang, kehidupan anak (motivasi), tumbuhan, dan tema berbau pengetahuan lain yang berdekatan dengan tema anak.

Contoh Story Telling Singkat

Contoh Story Telling Singkat

Mondy Terbang Ke Angkasa

Oleh Nurchafshoh Alfattah

      Ani, ia membawa Mondy berkeliling menggunakan sepeda kayuhnya. Mondy pun ikut menikmati suasana yang segar di pagi hari, lalu asyik bertengger di tangan. Matanya yang mungil, berkedap-kedip terkena angin sepoi, sesekali Mondy mengeluarkan suara emas, bersiul dengan merdu.

***

(Ialah Mondy, seekor burung hasil temuan ayah Ani sepekan lalu)

     Kisah ini berawal dari penemuan sarang burung yang terjatuh di depan rumah Ani. Mentari menampakkan kegelisahannya, ia tampak ragu memperlihatkan wajahnya yang elok. Langit tanpa mentari, ia terasa sedih.

Langit sedikit gelap. Sebabnya ada seekor burung kecil yang kesepian, ia ditinggal ibu dan saudara-saudara nya di sarang burung. Atau, burung kecil yang lain telah menjadi santapan sarapan hewan karnivora. Begitulah kiranya Ayah Ani menyangka.

“Ni, Ani. Cepat ke sini.” Seru ayahnya di ruang tamu.

“Iya yah, meluncurr…” sahut Ani yang baru saja terbangun, sambil mengucek-ucek matanya, ia berlari.

“ini kamu mau merawatnya?” Sang ayah mengeluarkan seekor burung kecil tanpa bulu karena burung itu masih bayi.

“ya jelas mau lah yah, caranya?” Dahi Ani mengerut.

     Pintu rumah Ani dibuka lebar, sekor burung diletakkan di tangan ayah, dan di tangan kanan ayahnya ada kain berisi beras yang telah terlebih dahulu dibasahi.

“seperti ini ya Ani, kamu kasihkan ke burung itu, paruhnya masukkan ke dalam lubang kain Ni.”

“Oke yah, siappp..”

“wah, ayah senang Ani sayang sama burung, oh ya, jangan lupa kasih minum ya.. biar gak aus” , sang ayah memberikan apresiasi agar Ani selalu senang merawatnya.

     Sejak saat itu Ani semakin rajin bangun pagi. Seusai memberi makan dan minum, Ani selalu mengajak burung itu jalan-jalan. Sudah tiga hari ini, Ani merasa bahagia. Ia memiliki teman kecil yang mau diajaknya jalan pagi. Ani tidak merasa kesepian lagi, ia memang hobi jalan-jalan, tapi biasanya dengan sahabatnya, Adi. Ia sudah pindah rumah ke Jogja bersama keluarganya satu bulan yang lalu.

“eh, ayo kita jalan-jalan, sudah tiga hari ya bersama kamu, aku punya nama untukmu, Mondy, kayaknya bagus.” Ani mengusap paruh Mondy yang masih belepotan beras, sembari memberinya sebuah nama.

      Mondy seakan mengerti ucapan Ani, ia yang tadinya diam, tiba-tiba bersiul. Ani pun mengajaknya pergi berjalan-jalan, ia menaiki sepeda dan meletakkan  Mondy ke atas setir sepeda.

“Lihatlah Mondy, itu ada burung yang terbang, mungkin itu ibumu.” Ani mengajaknya bicara, bulu-bulu Mondy kini mulai banyak. Ia pun suka melihat burung peliharaannya. Sudah seminggu ini Ani mengajaknya jalan.

***

(dua minggu berlalu, Ani ingin mengajarinya terbang seperti burung yang lain)

    Di suatu siang, sepulang sekolah, Ani mengajak Mondy ke pekarangan belakang rumah. Anak-anak kampung biasanya menggunakan pekarangan itu untuk bermain bola. Tapi kali ini Ani sendirian, ia pun bergegas melepaskan Mondy ke langit. Ia menaruh Mondy ke telapak tangan yang terbuka, dan mengayunnya. Mondy terkejut, ia lebarkan sayapnya untuk menahan angin yang sedang menerpanya.

“wah, kamu pintar Mondy. Seperti itulah, kalau kamu ingin terbang. Buka sayap selebar-lebarnya.” Ani melatihnya hingga sepuluh kali.

“capek ya Mondy, besok lagi.” Ani pun mengajaknya pulang.

    Di pagi hari, seperti biasa, ia mengajak Mondy jalan-jalan. Sepertinya ini berhasil membuatnya ceria kembali, setelah sahabat Ani, Adi, Ani pun tersenyum merekah.

“Mondy, ayo jalan-jalan ini kan hari libur, ayo belajar terbang lagi.”

      Ani mengajarinya lagi. Lagi dan lagi. Kini Mondy dapat terbang hingga lima meter. Namun Ani terkejut, ketika ia baru saja melepaskannya. Mondy terbang ke angkasa, ia benar-benar dapat terbang. Hingga mata Ani tidak dapat melihatnya lagi. Seperti ada suara Mondy, namun sayangnya Ani tidak menemukan batang hidungnya. Hingga ia mencarinya di sebuah pohon di dekat rumah. Ia tidak juga menemukannya. Dan akhirnya Ani pun harus rela melepaskannya, seperti ia mengikhlaskan ibunya yang sudah pergi ke rumah Allah waktu Ani kelas tiga SD, dan juga sahabatnya yang baru pindah ke Jogja.

Mengapa Mengambil Contoh Binatang?

Mengapa Mengambil Contoh Binatang?

Contoh story telling yang memiliki tema binatang, lebih bersahabat dengan kaum anak-anak. Karena kaum anak-anak tertarik dengan dunia binatang yang unik. Dengan segala macam jenisnya, serta memiliki suara yang berbeda. Sedangkan anak-anak merupakan pemerhati terbaik daripada kelompok manusia lainnya.

Kaum anak-anak lebih mudah penasaran dengan memberikan lontaran pertanyaan-pertanyaan yang kadangkala orangtua tidak menyangkanya. Karena itulah dengan cara mengenalkan cerita yang memiliki kedekatan, si kecil pun akan terasa nyaman dan mau menjadi pendengar yang baik saat ada kisah yang guru ceritakan.

Tidak hanya sekadar itu saja, dengan tema binatang, seorang guru pun dapat menyelipkan pesan moral dengan mudah. Karena dengan pilihan binatang, ada banyak contoh perilaku yang dapat dicontohkan oleh binatang itu kepada si kecil. Semisal cerita monyet yang menunjukkan bahwa si monyet suka berbuat seenaknya saja.

Bisa jadi mengambil contoh sikap binatang yang ada di atas bahwa seekor burung ternyata memiliki kehangatan dalam bersikap. Bersahabat dengan manusia merupakan keahlian dari burung, maka dari itu banyak yang memelihara burung sebagai sahabat sekaligus hobi pada dunia nyata, di kalangan orang dewasa.

Sedangkan nilai positif yang dapat ditanam kepada anak-anak bahwa saat manusia memperlakukan baik kepada sesama makhluknya, maka hukum timbal balik akan berlaku, si burung pun dapat bersahabat. Namun manusia juga harus sadar bahwa apa yang dimilikinya di dunia ini suatu saat akan kembali kepada sang penciptanya. Burung Mondy hilang, dan si kecil belajar untuk bersikap ikhlas.

Dalam penjelasan di atas menunjukkan bahwa seorang guru dapat dengan mudah menggunakan tema binatang untuk menyelipkan pesan. Sehingga story telling yang baik selain dari kecakapan guru dalam menata intonasi, juga harus pandai memilah tema.

Tinggalkan komentar